Posted by : Asep Herman Selasa, 29 Januari 2013

Assalaamu 'alaikum, saya ingin berbagi beberapa lukisan dari seniman Indonesia. Silahkan membaca.




Judul Lukisan                        :           “Keluarga Berencana”
Pelukis                                    :           Basuki Abdullah
Aliran Lukisan                        :           Realisme Natural
Keterangan Lukisan
Basuki Abdullah yang berjiwa romantis, melukis kuda pun menjadi cantik. Kesan beauty tersirat dari perindahan bentuk dan pemilihan warna yang cemerlang. Keindahan pada sebahagian besar lukisan Basuki Abdullah merupakan keindahan yang estetis obyektif  ringan yang terkadang hampa dari pendalaman ekspresi. Judul lukisan “Keluarga berencana”, dengan teknik cat minyak di atas kanvas.
Berukuran 200 x 90 cm dengan media oil canvas dan dibuat pada tahun 1975 dengan media water colour on paper. Lukisan ini bermakna yaitu sosok keluarga berencana  dari kuda yang cantik tersebut yang sangat sedang bahagia.
 
Judul Lukisan                        :           “Badai” (The Storm)
Pelukis                                    :           Raden Saleh
Aliran Lukisan                       :           Romantisme
Keterangan Lukisan
Lukisan ini dibuat pada tahun 1851 dengan media cat minyak di atas kanvas dengan ukuran 97 x 74 cm. Lukisan Raden Saleh yang berjudul “Badai” ini merupakan ungkapan khas karya yang beraliran Romatisme. Dalam aliran ini seniman sebenarnya ingin mengungkapkan gejolak jiwanya yang terombang-ambing antara keinginan menghayati dan menyatakan dunia (imajinasi) ideal dan dunia nyata yang rumit dan terpecah-pecah.
Dalam lukisan “Badai” ini, dapat dilihat bagaimana Raden Saleh mengungkapkan perjuangan yang dramatis dua buah kapal dalam hempasan badai dahsyat di tengah lautan. Suasana tampak lebih menekan oleh kegelapan awan tebal dan terkaman ombak-ombak tinggi yang menghancurkan salah satu kapal. Dari sudut atas secercah sinar matahari yang memantul ke gulungan ombak, lebih memberikan tekanan suasana yang dramatis.

Judul Lukisan      :     “Perburuan Rusa”
Pelukis                  :     Raden Saleh Syarif Bustaman
Aliran Lukisan     :     Romantisme dan Naturalis
Keterangan Lukisan :
Raden Saleh Syarif Bustaman (1807), pelopor seni lukis modern di Indonesia yang berhasil menguasai gaya romantis yang lazim di Barat pada abad ke-19. Corak lukisannya beraliran Romantis dan Naturalis. Aliran Romantisnya menampilkan karya-karya yang berceritera dahsyat, penuh kegetiran seperti tentang perkelahian dengan binatang buas. Sedangkan gaya naturalisnya sangat jelas nampak dalam melukis potret. Salah satu karyanya yang beraliran romantis, bertema “Perburuan Rusa”,  pada tahun 1846 dengan media  cat minyak dan kanvas.
SUDJANA KERTON (1922 - 1994)
Dalam lukisan berjudul “Senja”, 1987, Sudjana Kerton menghadirkan dunia rakyat bawah dalam suatu momen yang unik, yaitu penggembala itik di waktu senja. Dunia itu menjadi unik, karena pelukisnya mempunyai sudut pandangan yang lain, baik secara visual maupun dalam empati jiwanya. Kerton selalu membuat gerak tubuh rakyat jelata dalam deformasi yang mengekspresikan beban hidup, namun sekaligus mengandung kelucuan. Dilatarbelakangi terbenamnya matahari senja dan itik-itik yang berkelompok dalam formasi diagonal, karya ini mengembangkan suasana puitis sekaligus tertekan.
Lukisan ini menunjukkan pencapaian periode terakhirnya, setelah ia pulang ke Indonesia dan bermukim di Bandung. Periode sebelumnya adalah ungkapan-ungkapan yang lebih dekat dengan tren seni lukis barat ketika ia bermukim di Eropa dan Amerika. Dalam periode terakhir itu Kerton lebih banyak mengungkapkan realitas kehidupan rakyat. Dari berbagai objek dan tema yang diangkat, ia seperti tidak habis-habisnya menimba semangat kemanusiaan para tukang becak, buruh, petani, pelacur dam lapisan masyarakat sejenisnya. Namun demikian, bukan hanya kemurungan yang diungkapkan dalam karya-karyanya itu, tetapi juga terangkat nilai-nilai humor dan keunikan hidup. Hal itu bisa dilihat dari gestur-gestur tubuh, deformasi, goresan, dan warna-warna yang kuat, serta mengekspresikan kedalaman.
Cara pengekspresian yang demikian sebenarnya telah dilakukan sebelumnya yaitu sewaktu tinggal di Amerika. Mulai saat itu berkembang pandangan hidupnya tentang perasaan empati terhadap manusia yang didasari tentang kejujuran dalam menangkap kehidupan. Mengikuti kecenderungan abstrak ekspresionisme yang berkembang pada masa itu, Kerton mencari cara pengungkapan bentuk secara individual yang khas. Ia tidak mencari anatomi bentuk manusia itu, tetapi berusaha mengungkapkan psikologi kehidupan yang dijalaninya. Psikologi masyarakat jelata dan marjinal, akhirnya paling banyak menyentub dan mudah menggerakkan impulse estetik Sudjana Kerton. Karyanya yang berjudul “Senja” ini, merupakan salah satu ungkapan psikologi tentang kejujuran dalam menangkap kehidupan tersebut.
Senja / The Dusk (1987)
Cat minyak di atas kanvas / Oil on canvas, 125 x 148 cm, Inv. 201/SL/A

Judul :Perahu Senja (perahu disore hari)
Pelukis :Feri Raharjo
Seni lukis yang merupakan nilai-nilai yang melekat pada lukisan dan dipengaruhi oleh budaya yang dimilikipelukisnya. Yang diterapkan dalam lukisan yang berjudul Perahu Senja (perahu disore hari) yang memang pelukisanya disore hari menjelang matahari terbenam.

Aliran atau corak yang dibentuk dari lukisan di atasmerupakan suatu kombinasi antara aliran realisme dengan ekspresionisme yaitu penggambaranya sesuai dengan kenyataan hidup dan penggambaranya sesuai dengan keadaan jiwa perupanya yang spontan pada saat melihat objek.

Pelukis terinspirasi dari suatu objek dimana objek tersebut dapat menghadirkan suatu ketenangan bagi si penikmat yang melihatnya (pengambilanya sewktu disore hari). Dalam penyelesaianya tidak memerlukan beberapa lama tapi tergantung tingkat kesulitan yang dapat mempengaruhi lukisan itu, dan lukisan itu dapat diselesaikan dalam kurun waktu 1 sampai 2 minggu.

Gradasi warna diambil dari titik fokusnya terlebihdahulu, jadi warna sebelumnya tidak sekstrim seprti itu tapi hasilnya menjadi bagus, cara pengerjaanya lebih slow (cara pengerjaanya sepelan mungkin agar dapat menghasilkan karya yang bagus seperti lukisan di atas.

Ciri khas dari lukisan itu yang membedakan dari lukisan yang lainya yaitu lebih fokus dilukisan panen dan pasar dari pengambilan temanya dari tempo dulu yang dikerjakan secara tradisional.

Pesan moral yang ingin disampaikan bagi para penikmat yang melihatnya bahwa pelukis menciptakan suatu karya seni untuk memberikan si penikmat ketenangan jiwa dari segi itu pelukis mengambil bagaimana caranya si penikmat bisa merasakan kedamaian. Misalnya saat pulang dari kerja banyak masalah ketika kita melihat lukisan itu, kita merasa lebih baik dan merasakan ketenangan. Jadi pelukis membuat suatu karya seni yang dapat dinikmati oleh semua orang



Sumber : fhetanblog.files.wordpress.com, 
                    http://rizqi37.blogspot.com/2011/05/judul-perahu-senja-perahu-disore-hari.html
                    artkimianto.blogspot.com

{ 1 komentar... read them below or add one }

- Copyright © Anak Seribu Pulau - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -